Posts

"Care Giver" dalam Keluarga

Tiba-tiba teringat dengan draft tulisan ini yang belum pernah terselesaikan dengan baik. Tulisan ini merupakan refleksi dari pengalaman saya sebagai care giver, menjaga dan menemani bapak saya selama hampir 6 tahun, dan juga ibu saya, setelah kepergian bapak, dan terutama 3 bulan sebelum ibu saya juga kembali kepada Sang Pencipta.  Di dalam keluarga biasanya selalu ada orang yang diharapkan bisa untuk menemani ketika terdapat salah satu anggota keluarga yang membutuhkan perawatan atau penjagaan, yang biasa kita kenal dengan istilah "care giver". Care giver ini bisa dari anggota keluarga terdekat, keluarga terjauh, atau ada yang mengambil caregiver profesional. Saya sepertinya hanya akan lebih bercerita tentang care giver dari anggota keluarga terdekat, berdasarkan pengalaman saya, sehingga kemungkinan terdapat cerita yang terkesan subjektif. Perjalanan saya menjadi care giver dimulai tahun 2013 ketika saya baru saja menyelesaikan studi S3 saya. Bapak saya sakit, dan harus di...

Belajar Menulis...

Beberapa pekan lalu saya diundang oleh teman-teman dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin untuk berbagi cerita dengan mahasiswa tentang Menulis Karya Ilmiah. Seperti biasa, ketika mendapat undangan seperti ini, saya pasti bertanya tentang jumlah dan karakteristik peserta, termasuk luaran yang mau dihasilkan. Peserta yang ikut adalah mahasiswa semester IV, karena di semester berikutnya mereka sudah harus memas ukkan topik penelitian.  Butuh beberapa hari buat saya untuk menyiapkan materinya. Pertanyaan utama buat saya adalah "Mulai dari mana?". Presentasi saya awali dengan bertanya kepada mahasiswa, mengapa kita perlu menulis? Tentu setiap orang punya alasan mengapa dia harus menulis. Ada yang karena hobi, ada yang karena sekedar ingin menyampaikan sesuatu, ada yang iseng, ada yang karena ingin menyampaikan pesan tertentu, bahkan ada yang menulis karena ingin curhat kepada dunia 😆. Singkat, saya sampaikan ke mahasiswa, kita menulis karena kita ingin mengkomuni...

Cerita Mereka tentang Sekolah Berasrama

Sejak tahun 2017 saya tertarik dengan isu sekolah berasrama ( boarding school ), dengan melihat semakin bertambahnya sekolah yang menawarkan pola berasrama dan meningkatnya minat orang tua yang untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah tersebut. Salah satu alasan yang biasanya dikemukakan oleh orang tua adalah karena sekolah berasrama dianggap mampu menyediakan pendidikan yang lebih holistik, yang fokusnya bukan hanya pada aspek akademik tapi juga aspek lain seperti kedisipilinan, kemandirian, dan mengajarkan anak untuk lebih bertanggung jawab terhadap pendidikan dan kehidupannya selama berada di asrama. Selain itu, beberapa orang tua juga beranggapan bahwa sekolah berasrama mampu mengajarkan hal-hal yang tidak bisa mereka ajarkan di rumah, misalnya, latihan untuk menghafal Al Qur'an, kemampuan berbahasa Arab, bahasa Inggris, dan disiplin sekolah yang mampu mebiasakan anak berperilaku positif, misalnya tentang mengikuti aturan jam tidur, belajar, kegiatan keagamaan, olahraga, dan ...

Mukena Peninggalan Ibu

Ramadhan hari ke 23. Sejak awal bulan Ramadhan, selalu ingin menuliskan mengenai mukena ini. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, beberapa mukena sudah saya siapkan. Persiapan yang saya maksud, mulai dari mencuci, menyetrika, dan mengatur agar siap untuk dipakai. Maklum, saya ada alergi serbuk, jadi kalau pakaian dari lemari, terutama yang cukup lama tersimpan, biasanya saya cuci dulu untuk menghindari serbuk atau debu yang melenget, agar alergi tidak kambuh. Kembali ke mukena. Rahimahallaah ibu saya, termasuk yang paling suka membeli mukena. Mukena ibu bagus-bagus, dan senantiasa dipakai bergantian jika shalat. Khusus hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, ibu akan memakai mukena yang menurutnya terbaik. Saya sama adik saya, kadang-kadang heran, dan sedikit protes, ngapain membeli mukena dan bertumpuk di lemari. Tapi melihat ibu selalu menggunakannya secara bergantian, rasanya menyenangkan selalu melihat ibu kelihatan cantik ketika menggunakan mukena-mukena tersebut. Anehnya, saya pun ketula...

Good Friends Don't Just Text, They Call ...

Image
Jadi teringat dengan salah satu sahabat saya. Jarak kami terpisah lumayan lah, antar benua. Tapi yang namanya kontak, komunikasi, saling berbagi cerita, kebahagiaan, kesedihan, termasuk kebaperan, masih terus berjalan. Tidak perlu ada prasangka ketika satu sama lain tidak saling menyapa untuk waktu yang cukup lama, karena pertemanan kami yang dibangun atas dasar kepercayaan. Sesekali saling menyindir jika sudah terlalu sibuk,  but we know it is a sign that we are missing each other . Sebagai sahabat, kami hanya menyentuh hal-hal yang sifartnya personal jika diminta atau jika diizinkan.  At some points , jika hal tersebut sangat personal dan merasa perlu untuk diklarifikasi, sangat boleh, dan selalu mengawalinya dengan " May I ... ", (Bolehkah saya....) Setiap kali berkunjung ke makassar, pasti kami akan saling meluangkan waktu, for hours , untuk sekedar berbagi cerita. Sederhana, komunikasi itu penting, berbagi itu berharga, karena komunikasi bukan seperti Q&A , Anda bert...

Oman, Di Mana itu? Negeri nun Jauh di Sana

Image
September 2019, menjadi salah satu perjalanan terjauh yang pernah saya lakukan bersama sahabat saya, Farida Aryani, untuk sebuah urusan serius 😃, menghadiri International Conference, di Oman, yang diselenggarakan oleh The International Society for the Prevention of Child Abuse and Neglect (ISPCAN). Perjalanan ini diawali dengan adanya penawaran dari UNICEF, setelah sejak tahun 2014 kami menjadi mitra terkait perlindungan anak di sekolah dan masyarakat. Ketika ditawari, tanpa pikir panjang, langsung mengiyakan, tanpa tahu dimana Oman 😀. Setelah mengiyakan, baru cek peta, dan mulai mencari penerbangan yang paling memungkinkan. Jujur, sempat deg-degan, bakalan mengunjungi salah satu negara Arab, dan akan menjadi pengalaman pertama buat kami berdua. Setelah mengecek beberapa penerbangan ke Oman, akhirnya kami memutuskan untuk terbang bersama Qatar Airlines, dengan route Jakarta - Doha - Oman. Untuk visa kami tidak ada kendala karena diuruskan langsung oleh panitia. Yang bikin sesak adala...

#Table10 - Meja Nomor 10

Image
  #Table10. Meja yang selalu menjadi tempat kami berkumpul. Awalnya sebagai tempat beristirahat, tempat rehat, tempat mencari suasana baru, atau mungkin tempat menepi, melarikan diri dari suasana kampus ketika aktitivitas sudah terasa begitu padat dan tidak lagi kondusif. Mungkin karena seringnya kami berkumpul di sini, meja ini sering dengan sengaja dikosongkan oleh para pegawai di sana untuk memastikan agar kami bisa duduk di tempat yang sama ketika datang.  Tidak pernah menyangka bahwa meja ini akhirnya menjadi salah satu tempat yang sangat produktif bagi kami. Ide-ide baru dan kreatif banyak muncul di sini. Kenapa? karena berkumpul dengan orang-orang dengan frekuensi yang relatif sama, dan berada dalam posisi setara. Kesetaraan dan frekuensi yang sama ini lah yang akhirnya menjadi pemicu untuk dialog-dialog yang menarik, menantang, sekaligus menghibur. Menghibur karena bisa saling menertawakan tanpa menjatuhkan, bisa saling memberi masukan meskipun kadang kesannya konyol, ...