Posts

Showing posts with the label Rekam Jejak

Oman, Di Mana itu? Negeri nun Jauh di Sana

Image
September 2019, menjadi salah satu perjalanan terjauh yang pernah saya lakukan bersama sahabat saya, Farida Aryani, untuk sebuah urusan serius 😃, menghadiri International Conference, di Oman, yang diselenggarakan oleh The International Society for the Prevention of Child Abuse and Neglect (ISPCAN). Perjalanan ini diawali dengan adanya penawaran dari UNICEF, setelah sejak tahun 2014 kami menjadi mitra terkait perlindungan anak di sekolah dan masyarakat. Ketika ditawari, tanpa pikir panjang, langsung mengiyakan, tanpa tahu dimana Oman 😀. Setelah mengiyakan, baru cek peta, dan mulai mencari penerbangan yang paling memungkinkan. Jujur, sempat deg-degan, bakalan mengunjungi salah satu negara Arab, dan akan menjadi pengalaman pertama buat kami berdua. Setelah mengecek beberapa penerbangan ke Oman, akhirnya kami memutuskan untuk terbang bersama Qatar Airlines, dengan route Jakarta - Doha - Oman. Untuk visa kami tidak ada kendala karena diuruskan langsung oleh panitia. Yang bikin sesak adala...

Ramadhan...

Sejak tahun 2013, Ramadhan selalu memiliki catatan khusus buat saya. Tahun 2013 adalah Ramadhan pertama saya bersama orang tua di rumah setelah menyelesaikan studi doktoral saya di Flinders University, South Australia. Tepat tanggal 28 Februari 2013, saya pulang ke tanah air. Ada kebahagiaan tersendiri bisa memasukkan disertasi dan menyelesaikan studi tepat 3 tahun. Alhamdulillaah, terbayar, meskipun beberapa teman sempat "protes" karena akhirnya terbukti bahwa studi doktor pun bisa diselesaikan tepat waktu 😊 Pulang ke rumah selalu memberi kebahagiaan tersendiri. Terutama, karena bisa kembali berkumpul dengan orang tua tercinta. Pada waktu itu, bapak dan ibu masih dalam kondisi sehat. Bapak sudah harus rutin minum obat karena sudah sekitar 2 tahunan terkena parkinson. Karena pulang ke Indonesia ketika semester sudah berjalan, maka saya belum diberikan tugas mengajar, dan hanya diminta untuk membantu aktivitas akademik lainnya di kampus. Tiga tahun intens belajar membuat saya...

Ketika Bunda Belajar Mengaji

"Bagaimana latihannya Bun? Berhenti dulu itu (menyuruh sang Bunda untuk berhenti memasak),.. ayo kita belajar ngaji". Sekilas kisah mengenai ponakan saya yang sekarang menjadi guru mengaji ibunya. Selain bersekolah, ponakan saya juga ikut belajar mengaji di mesjid. Belajar membaca Al Qur'an serta pengucapannya. Sang Bunda, di antara pekerjaan mengurus rumah tangga, senang sekali menjahit dan ikut kursus privat. Alhamdulillah, sekarang, ponakan saya sudah bisa mengaji dan sang Bunda pun sudah bisa menjahit. Karena kursus menjahitnya sudah selesai, Bunda pun memutuskan untuk kembali belajar mengaji. Bukan karena tidak bisa mengaji sebelumnya, tetapi untuk lebih memperlancar dan memperbaiki pengucapan ayat-ayat suci Al Qur'an. Coba tebak, siapa yang menjadi guru mengajinya? Si bungsu, anak TK, yang dengan sabar mengajar bundanya seperti ketika bundanya mengajar dia membaca. Kalau bundanya malas, dia suka bilang "Nanti saya nggak ajarin bunda ngaji loohh"....

Tulisanku, arsipku, gudang pengetahuanku...

Setelah sekian lama, saya mulai lagi mengutak atik blog site saya. Jadi teringat ketika pertama kali belajar bikin pada tahun 2003, di negeri orang, ketika mengambil program magister saya. Sampai harus begadang malam2, setelah tugas2 yang berkaitan dengan studi selesai dikerjakan. Alhamdulillah beberapa tulisan bisa saya posting. Setelah itu saya vakum, dan menulis sekali2 saja. Bahkan diantara tahun 2009-2010, tidak satupun tulisan yang saya masukkan ke blog site saya. Maret 2011, saya mulai menulis lagi, kemudian vakum lagi, dan dua hari lalu saya kembali menulis. Malam ini, kembali saya membenahi blog saya, dan merencanakan untuk kembali aktif menulis. Sebagai penyegaran, saya membaca2 kembali tulisan2 yang pernah saya buat. Karena membacanya dengan kondisi sekarang, saya bisa membaca tulisan2 tersebut dengan sedikit lebih kritis. Bahkan, ada beberapa pernyataan dan kalimat yang saya kurang setuju (lagi) dengan isinya. Tapi saya biarkan saja seperti itu, tidak saya edit, tidak saya ...

Renungan pagi...

Di luar sana, banyak orang yang tidak punya tempat untuk berteduh. Jangankan berpikir mengenai pendidikan, mengenai gedung sekolah untuk belajar, untuk tempat tinggal saja dan makan sehari-hari mereka harus berpindah-pindah dan berjuang untuk memperolehnya. Di sebelah sana, di kampus, tempat yang kita berharap dipenuhi oleh orang-orang yang punya rasa dan hati, gedung perkuliahan justru dirusak, bahkan membuat orang takut untuk mendekat. Membuat saya berpikir, apa sebenarnya makna syukur dalam hidup. Bagi saya, bersyukur bukan sekedar mengucapkan Alhamdulillah, tetapi lebih kepada memberdayakan karunia Tuhan supaya bermakna dan bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Ketika Tuhan sudah memberikan karunia kepada kita berupa nikmat sekolah, nikmat persaudaraan, nikmat buat berpikir, nikmat buat tumbuh dan berkembang untuk menjadi orang yang lebih baik dan bermanfaat, kenapa semua itu tidak dimanfaatkan sebagai media supaya kita lebih bersyukur? Mudah-mudahan Tuhan tidak akan benar-benar ...

Bu, Bisa Pinjam Hand Phone-nya?

Beberapa hari lalu, sepulang dari belanja belinji di Robinson Denpasar, saya berjalan kaki pulang menuju tempat kost. Di perjalanan pulang, saya mengecek handphone saya, siapa tau ada telpon atau sms masuk tapi tidak kedengaran. Alhamdulillah ternyata tidak ada. Sambil berjalan, saya memasukkan kembali handphone saya ke tas dan tiba-tiba mendengar seorang anak SMP memanggil dan mendekati saya. "Bu, bisa pinjam handphonenya?". Saya tanya balik, mau menghubungi siapa? Anak itu menjawab, "Ibu saya, mau minta dijemput sekarang". Dengan senang hati saya meminjamkan handphone saya dan membiarkan anak tersebut berbicara dengan ibunya. Setelah kejadian itu saya berpikir. Untuk orang tua yang anak-anaknya biasa dijemput pada saat pulang sekolah, pastikan anak Anda memiliki pulsa kalo dia memiliki handphone, atau pastikan Anda menjemputnya tepat waktu. Kejadian yg saya alami membuat saya berpikir, bagaimana kalau anak tersebut meminta tolong kepada orang yang memiliki niat ti...

Anak Perempuan Itu...

Sejak Desember 2008, saya tinggal di Bali untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris dibiayai oleh Dikti. Ada kejadian menarik yang saya alami, ketika sedang menunggu pesawat di bandara ngurah rai. Cerita ini mungkin tidak menarik untuk sebagian orang, tapi sangat menarik buat menambah kekayaan hidup yang saya punyai. Insya Allah. Waktu menunggu pesawat yang akan membawa saya menuju Makassar saya gunakan untuk membaca buku Quantum Ihlas. Buku yang keliatan tipis tapi sarat dengan pesan-pesan kehidupan yang insya Allah bermanfaat. Di sela-sela bacaan, saya melihat seorang anak kecil (kira-kira berumur 2 - 3 tahun) sedang bermain-main dengan ayahnya. Yang membuat saya agak terkejut waktu itu ketika memperhatikan wajah anak perempuan tersebut. Wajah anak tersebut jauh dari sempurna. Bahkan untuk orang yang tidak terbiasa, mungkin agak merasa takut melihat wajah anak tersebut. Dalam hati saya berdoa, untuk tetap bisa berinteraksi dengan anak tersebut tanpa melihat kekurangannya. Lanjut cerita, ...

Guru Sebagai Profesi dan Seleksi Penerimaan CPNS

Tulisan ini diilhami dari tulisan yang dimuat di rubrik pendidikan Harian Republika yang terbit pada hari Jumat 10 Desember 2004, mengenai guru sebagai profesi. Saya kutip dalam tulisan tersebut, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan hasil studi beberapa ahli mengenai karakteristik profesi guru yakni: - memiliki kemampuan spesialisasi - memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain - communicable atau memiliki teknik kerja yang dapat dikomunikasikan - self-organization atau memiliki kapasitas mengorganisasikan kerja secara mandiri - mementingkan kepentingan orang lain - memiliki kode etik - memiliki sanksi dan tanggung jawab komunitas - mempunyai sistem upah dan budaya profesional Meskipun masih memerlukan penjelasan yang lebih konkret mengenai karakteristik guru sebagai profesi tersebut, menarik untuk mengaitkannya dengan sistem penerimaan guru/dosen. Jika ingin guru/dosen memiliki karakteristik tersebut, maka seharusnya sistem peneri...