Posts

Renungan pagi...

Di luar sana, banyak orang yang tidak punya tempat untuk berteduh. Jangankan berpikir mengenai pendidikan, mengenai gedung sekolah untuk belajar, untuk tempat tinggal saja dan makan sehari-hari mereka harus berpindah-pindah dan berjuang untuk memperolehnya. Di sebelah sana, di kampus, tempat yang kita berharap dipenuhi oleh orang-orang yang punya rasa dan hati, gedung perkuliahan justru dirusak, bahkan membuat orang takut untuk mendekat. Membuat saya berpikir, apa sebenarnya makna syukur dalam hidup. Bagi saya, bersyukur bukan sekedar mengucapkan Alhamdulillah, tetapi lebih kepada memberdayakan karunia Tuhan supaya bermakna dan bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Ketika Tuhan sudah memberikan karunia kepada kita berupa nikmat sekolah, nikmat persaudaraan, nikmat buat berpikir, nikmat buat tumbuh dan berkembang untuk menjadi orang yang lebih baik dan bermanfaat, kenapa semua itu tidak dimanfaatkan sebagai media supaya kita lebih bersyukur? Mudah-mudahan Tuhan tidak akan benar-benar ...

Bu, Bisa Pinjam Hand Phone-nya?

Beberapa hari lalu, sepulang dari belanja belinji di Robinson Denpasar, saya berjalan kaki pulang menuju tempat kost. Di perjalanan pulang, saya mengecek handphone saya, siapa tau ada telpon atau sms masuk tapi tidak kedengaran. Alhamdulillah ternyata tidak ada. Sambil berjalan, saya memasukkan kembali handphone saya ke tas dan tiba-tiba mendengar seorang anak SMP memanggil dan mendekati saya. "Bu, bisa pinjam handphonenya?". Saya tanya balik, mau menghubungi siapa? Anak itu menjawab, "Ibu saya, mau minta dijemput sekarang". Dengan senang hati saya meminjamkan handphone saya dan membiarkan anak tersebut berbicara dengan ibunya. Setelah kejadian itu saya berpikir. Untuk orang tua yang anak-anaknya biasa dijemput pada saat pulang sekolah, pastikan anak Anda memiliki pulsa kalo dia memiliki handphone, atau pastikan Anda menjemputnya tepat waktu. Kejadian yg saya alami membuat saya berpikir, bagaimana kalau anak tersebut meminta tolong kepada orang yang memiliki niat ti...

Anak Perempuan Itu...

Sejak Desember 2008, saya tinggal di Bali untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris dibiayai oleh Dikti. Ada kejadian menarik yang saya alami, ketika sedang menunggu pesawat di bandara ngurah rai. Cerita ini mungkin tidak menarik untuk sebagian orang, tapi sangat menarik buat menambah kekayaan hidup yang saya punyai. Insya Allah. Waktu menunggu pesawat yang akan membawa saya menuju Makassar saya gunakan untuk membaca buku Quantum Ihlas. Buku yang keliatan tipis tapi sarat dengan pesan-pesan kehidupan yang insya Allah bermanfaat. Di sela-sela bacaan, saya melihat seorang anak kecil (kira-kira berumur 2 - 3 tahun) sedang bermain-main dengan ayahnya. Yang membuat saya agak terkejut waktu itu ketika memperhatikan wajah anak perempuan tersebut. Wajah anak tersebut jauh dari sempurna. Bahkan untuk orang yang tidak terbiasa, mungkin agak merasa takut melihat wajah anak tersebut. Dalam hati saya berdoa, untuk tetap bisa berinteraksi dengan anak tersebut tanpa melihat kekurangannya. Lanjut cerita, ...

Life Is All About Learning

Sumber belajar itu ada dimana-mana dan bisa ditemukan kapan saja. Bahkan kadang muncul dari pintu yang tidak terduga pada waktu yang tidak terduga pula. Yang diperlukan adalah ketulusan agar setiap hikmah dari setiap kejadian bisa kita ambil dan belajar dari hikmah tersebut. Selamat belajar!

Sekolah Berstandar Internasional (?)

Sekolah Berstandar Internasional. Sekarang ini rame-rame pendidikan di Indonesia baik itu jenjang SMA maupun pendidikan tinggi mulai menggunakan sistem bilingual dalam proses pembelajaran di kelas. Guru matematika, harus bisa mengajar dalam bahasa Inggris, demikian juga dengan mata pelajaran yang lain. Katanya ini dilakukan untuk menuju standar internasional. Di sisi lain, perguruan tinggi juga mulai membuka bilingual program. Dalam bilingual program ini, baik mahasiswa maupun dosen wajib menggunakan bahasa Inggris. Yang menarik untuk dicermati adalah pemahaman tentang standar internasional itu sendiri. Jangan sampai, yang dimaksud dengan standar internasional hanya sebatas bahasa internasional yang digunakan, dalam hal ini Bahasa Inggris. Padahal, ketika kita bicara tentang sekolah, maka komponen-komponen dalam manajemen sekolah itulah yang harus menggunakan standar internasional, bukan sekedar bahasanya. Komponen-komponen manajemen sekolah yang dimaksud adalah kurikulum (terutama), s...

Kesetaraan Gender...

Baru-baru ini saya membaca tulisan salah seorang teman tentang kesetaraan jender. Tulisannya mengingatkan saya tentang pelatihan yang pernah saya ikuti mengenai gender. Bulan Maret lalu, alhamdulillah saya dapat peluang untuk mengikut pelatihan tentang Gender and Economic Policy Analysis di Institute of Social Studies, Belanda. Pada awalnya saya tidak begitu tertarik untuk mempelajari ataupun berdiskusi tentang gender. Entah kenapa, saya merasa cukup banyak orang-orang yang menyuarakan tentang kesetaraan gender tetapi tidak betul-betul menyuarakan kebutuhan perempuan (terlalu subjektif kali ya...). Ada kekhawatiran kegiatan pemberdayaan pemberdayaan perempuan akhirnya akan lebih mengarah kepada penguatan peran perempuan yang semakin terpinggirkan. Selain itu, berbicara soal gender, tidak sepenuhnya soal perempuan, melainkan juga soal laki-laki. Ketidakadilan bukan persoalan perempuan saja, tetapi juga persoalan laki-laki, karena kesetaraan gender bukan soal kesetaraan perempuan saja ...

Waktu Yang Terbuang

Rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Kehabisan ide?? Rasanya tidak juga, cuman mood untuk menulis yang memang agak hilang belakangan ini. Mau bilang tidak punya waktu untuk menulis, kok rasanya ndak cocok ya. Perasaan orang lain jauh lebih sibuk dibanding saya tapi masih punya waktu untuk menulis... Bicara soal waktu, saya teringat akan pertemuan dengan salah seorang rekan dosen di kampus. Beliau mengatakan begitu banyak hal yang telah dicoba untuk dilakukan dalam rangka perubahan, namun hasilnya tetap begitu-begitu saja. Waktu itu secara spontan saya bilang "kita butuh waktu". Dengan serta merta teman tadi langsung berkata, "... tapi sejak 10 tahun lalu kita sudah mengatakan hal tersebut... - butuh waktu", dan hasilnya sampai sekarang tetap saja tidak ada perubahan. Beliau kemudian menambahkan, jangan sampai, kita selalu mengatakan butuh waktu, tapi sebenarnya yang terjadi adalah kita membuang-buang waktu... Jika sudah tidak ada lagi yang dapat...